Beranda > Uncategorized > Al Mabaadi Al-Mufidah fit-Tauhidi wal-Fiqih wal Aqidah (Bag 3)

Al Mabaadi Al-Mufidah fit-Tauhidi wal-Fiqih wal Aqidah (Bag 3)

Al-Allamah Al-Alim, Fadhilatus Asy-Syaikh Abu Abdurrahman Yahya Ali Al-Hajuri (Ahli Hadits Yaman) hafizhullah (Semoga Allah menjaga nya) berkata :

SUMBER AGAMA ADALAH AL-QURAN, AS-SUNNAH DAN MANHAJ SALAFUS SHALEH (PARA SAHABAT NABI)
[18] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Darimana seorang Muslim mengambil agamanya?”

Katakanlah: Seorang Muslim mengambil agamanya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, menurut pemahaman para Sahabat Nabi (salafus shaleh).
Dalilnya adalahfirman Allah:
“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An-Kabuut [29] : 51)

Dan firman-Nya:
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Qs An-Nisa [54] : 59)

Dan Allah berfirman:
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Para Sahabat), bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Qs Al-Fatihah [1] : 7)

Dan Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (Para Sahabat), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisa [4] :115)

Juga perhatikan hadits yang akan datang berikut ini.

AQIDAH KU ADALAH MENGIKUTI SUNNAH NABI DAN PARA SALAFUS SHALEH
[19] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apakah aqidahmu?”

Katakanlah: Saya adalah seorang pengikut Sunnah Nabi (Sunni), seorang pengikut Salafus Shaleh. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Al-Irbadh bin Sariyyah Radhiyallahu’anhu dimana Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR Abu Dawud, Hasan Shahih).

RASUL PERTAMA DAN RASUL TERAKHIR
[20] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Siapakah Rasul yang pertama dan terakhir yang diutus oleh Allah?”

Katakanlah: Rasul yang pertama adalah Nuh Alaihissallam dan yang terakhir dan yang terbaik diantara para nabi (Imam nya Para Nabi) adalah – Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam. Kehadiran Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam merupakan tanda-tanda kecil dan yang pertama akan dekatnya hari kiamat. (Dan) Kita wajib beriman kepada seluruh nabi.

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dimana dia meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam berkata mengenai berkumpulnya manusia pada hari kiamat: “Mereka datang kepada Nuh dan berkata: ‘Hai Nuh, Engkau adalah Rasul pertama yang diutus bagi penduduk bumi, dan Allah menyebutmu ‘hamba yang pandai bersyukur’.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Mutafaq alaih yakni Bukhari dan Muslim).

Dalil bahwa Muhammad adalah Rasul yang terakhir adalah firman Allah:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab [33] : 40)

Tsauban Radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Dan aku adalah penutup para Nabi, tidak ada nabi setelahku.” (HR Muslim : Shahih)

Dalil bahwa beliau (Muhammad) Shallallahu’alaihi wa Sallam adalah Nabi yang terbaik diantara para nabi adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dimana dia meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:
“Aku akan menjadi pemimpin bagi umat manusia pada hari kiamat.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Mutafaq alaih)

Dalil bahwa kita harus beriman kepada semua nabi dan bahwa barangsiapa yang menolak salah satunya berarti telah menolak mereka semuanya, adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, (QS Al-Baqarah [2] : 285)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orangorang yang kafir itu siksaan yang menghinakan..” (QS An-Nisa [4] : 151-152)

Dalil bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam adalah tanda-tanda kecil pertama sebelum datangnya hari kiamat adalah hadits Sahl bin Sa’ad Shallallahu’alaihi wa Sallam yang meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam berdabda: “Pengutusanku dengan hari kiamat adalah seperti ini” – dan dia menunjukkan dengan kedua jarinya.

SERUAN (DAKWAH) PARA RASUL SATU YAKNI TAUHID
[21] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa yang diserukan oleh para Rasul kepada manusia?”

Katakanlah : Mereka menyerukan untuk beribadah kepada Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya. Dalilnya adalah firman Allah:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (QS An-Nahl [16] : 36)

PENGERTIAN TAUHID
[22] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa pengertian dari Tauhid yang didakwahkan oleh seluruh Rasul?”

“Katakanlah: Artinya menyendirikan (mengesakan) Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam peribadatan. Dalilnya adalah firman Allah:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS An-Nisa [4] : 36)

Dan Allah berfirman:
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS Al-Ikhlas [112] : 1-4)

Bersambung ke bulletin minggu depan, Insya’Allah. Semoga Allah merahmati kita semua nya

Penulis : Fadhilatus Syaikh Abu Abdurrahman Yahya Ali Al-Hajuri hafizhullah (Ahli Hadits Yaman)

“Semoga Allah mengampuni beliau, keluarga beliau dan membalas beliau dengan kebaikan yang ada disisi-Nya (Surga-Nya)”

Bukit tinggi, PADANG, 2 Desember 2009.

Prima Saputra (Abu Abdullah Frima Ibnu Firdaus Ar-Aroni)

Semoga Allah mengampuni kami, kedua orangtua kami dan kaum mulimin seluruh nya.

dari akhi Prima Saputra Abu Abdullah

Categories: Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.