Al Mabaadi Al-Mufidah fit-Tauhidi wal-Fiqih wal Aqidah (Bag 3)

Al-Allamah Al-Alim, Fadhilatus Asy-Syaikh Abu Abdurrahman Yahya Ali Al-Hajuri (Ahli Hadits Yaman) hafizhullah (Semoga Allah menjaga nya) berkata :

SUMBER AGAMA ADALAH AL-QURAN, AS-SUNNAH DAN MANHAJ SALAFUS SHALEH (PARA SAHABAT NABI)
[18] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Darimana seorang Muslim mengambil agamanya?”

Katakanlah: Seorang Muslim mengambil agamanya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, menurut pemahaman para Sahabat Nabi (salafus shaleh).
Dalilnya adalahfirman Allah:
“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An-Kabuut [29] : 51)

Dan firman-Nya:
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Qs An-Nisa [54] : 59)

Dan Allah berfirman:
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka (Para Sahabat), bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Qs Al-Fatihah [1] : 7)

Dan Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (Para Sahabat), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisa [4] :115)

Juga perhatikan hadits yang akan datang berikut ini.

AQIDAH KU ADALAH MENGIKUTI SUNNAH NABI DAN PARA SALAFUS SHALEH
[19] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apakah aqidahmu?”

Katakanlah: Saya adalah seorang pengikut Sunnah Nabi (Sunni), seorang pengikut Salafus Shaleh. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Al-Irbadh bin Sariyyah Radhiyallahu’anhu dimana Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR Abu Dawud, Hasan Shahih).

RASUL PERTAMA DAN RASUL TERAKHIR
[20] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Siapakah Rasul yang pertama dan terakhir yang diutus oleh Allah?”

Katakanlah: Rasul yang pertama adalah Nuh Alaihissallam dan yang terakhir dan yang terbaik diantara para nabi (Imam nya Para Nabi) adalah – Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam. Kehadiran Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam merupakan tanda-tanda kecil dan yang pertama akan dekatnya hari kiamat. (Dan) Kita wajib beriman kepada seluruh nabi.

Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dimana dia meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam berkata mengenai berkumpulnya manusia pada hari kiamat: “Mereka datang kepada Nuh dan berkata: ‘Hai Nuh, Engkau adalah Rasul pertama yang diutus bagi penduduk bumi, dan Allah menyebutmu ‘hamba yang pandai bersyukur’.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Mutafaq alaih yakni Bukhari dan Muslim).

Dalil bahwa Muhammad adalah Rasul yang terakhir adalah firman Allah:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab [33] : 40)

Tsauban Radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Dan aku adalah penutup para Nabi, tidak ada nabi setelahku.” (HR Muslim : Shahih)

Dalil bahwa beliau (Muhammad) Shallallahu’alaihi wa Sallam adalah Nabi yang terbaik diantara para nabi adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dimana dia meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:
“Aku akan menjadi pemimpin bagi umat manusia pada hari kiamat.” (Shahih : Diriwayatkan oleh Mutafaq alaih)

Dalil bahwa kita harus beriman kepada semua nabi dan bahwa barangsiapa yang menolak salah satunya berarti telah menolak mereka semuanya, adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, (QS Al-Baqarah [2] : 285)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orangorang yang kafir itu siksaan yang menghinakan..” (QS An-Nisa [4] : 151-152)

Dalil bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam adalah tanda-tanda kecil pertama sebelum datangnya hari kiamat adalah hadits Sahl bin Sa’ad Shallallahu’alaihi wa Sallam yang meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam berdabda: “Pengutusanku dengan hari kiamat adalah seperti ini” – dan dia menunjukkan dengan kedua jarinya.

SERUAN (DAKWAH) PARA RASUL SATU YAKNI TAUHID
[21] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa yang diserukan oleh para Rasul kepada manusia?”

Katakanlah : Mereka menyerukan untuk beribadah kepada Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya. Dalilnya adalah firman Allah:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, (QS An-Nahl [16] : 36)

PENGERTIAN TAUHID
[22] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa pengertian dari Tauhid yang didakwahkan oleh seluruh Rasul?”

“Katakanlah: Artinya menyendirikan (mengesakan) Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam peribadatan. Dalilnya adalah firman Allah:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS An-Nisa [4] : 36)

Dan Allah berfirman:
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS Al-Ikhlas [112] : 1-4)

Bersambung ke bulletin minggu depan, Insya’Allah. Semoga Allah merahmati kita semua nya

Penulis : Fadhilatus Syaikh Abu Abdurrahman Yahya Ali Al-Hajuri hafizhullah (Ahli Hadits Yaman)

“Semoga Allah mengampuni beliau, keluarga beliau dan membalas beliau dengan kebaikan yang ada disisi-Nya (Surga-Nya)”

Bukit tinggi, PADANG, 2 Desember 2009.

Prima Saputra (Abu Abdullah Frima Ibnu Firdaus Ar-Aroni)

Semoga Allah mengampuni kami, kedua orangtua kami dan kaum mulimin seluruh nya.

dari akhi Prima Saputra Abu Abdullah

Iklan
Kategori:Uncategorized

Pembahasan Kitab Al Mabaadi Al-Mufidah fit-Tauhidi wal-Fiqih wal Aqidah (bag 2)

Yang Mulia, Fadhilatus Syaikh Abu Abdurrahman Yahya Ali Al-Hajuri (Ahli Hadits Yaman) berkata :

[5] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Siapakah Nabimu?”
Katakanlah: “Nabiku dan Nabi umat ini adalah Muhammad Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Dalilnya adalah firman Allah:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS Al-Ahzab [33] : 40)

[6] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apakah hal pertama yang diwajibkan kepada hamba Allah?”
Katakanlah: Belajar mengenai ke-Esa-an Allah (Tauhid).
Dalilnya adalah hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu yang berkata: “Ketika Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam mengirim Mu’adz bin Jabal ke Yaman, Beliau berkata kepadanya (Mu’adz) : “Engkau akan mendatangi orang-orang dari kaum Yahudi dan Nasrani. Maka hal pertama yang harus engkau dakwahkan kepada mereka adalah bahwa mereka hanya beribadah kepada Allah saja.” (Shahih, Mutafaq alaih dengan lafazh Bukhari)

PEMBAHASAN SYAHADAT
[7] Jika seseorang berkata kepadamu: “Apa arti Laa ilaaha illa Allah?”
Katakanlah: Artinya bahwa Tidak ada yang berhak di ibadahi dengan benar kecuali Allah. Dalilnya adalah firman Allah:
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah.” (QS Muhammad [47] : 19)

Dan Allah berfirman:
“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak.” (QS Al-Hajj [22] : 62)

[8] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa arti Muhammadun Rasulullah?”
Katakanlah: Artinya bahwa Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah yang diutus kepada seluruh mahluk baik jin ataupun manusia.
Dalilnya adalah firman Allah: “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya.” (QS Saba’ [34] : 28)

Kita semua harus mentaatinya, beriman kepadanya, dan menjauhi apa-apa yang dilarangnya. Dalilnya adalah firman Allah:
“Katakanlah: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul;” (QS An-Nur [24] : 54)

IMAN KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
[9] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa hak Allah yang harus dipenuhi oleh seorang hamba-Nya?”
Katakanlah: Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka beribadah hanya kepada Allah saja dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengannya dalam peribadatan.
Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu’anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepada-Nya. Sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak syirik sedikit pun kepada-Nya.” (Shahih, Mutafaq alaihi).

SYIRIK
[10] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apakah syirik itu?”
Katakanlah: Syirik adalah ketika engkau beribadah kepada selain Allah. Maka setiap perbuatan yang kita lakukan sebagai peribadatan kepada Allah, jika dilakukan kepada selain Allah, maka itulah syirik.
Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” (QS An-Nisa [4] : 36)

NOMOR 11 PEMBAHASAN FIKIH, INSYA’ALLAH

IBADAH
[12] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apa arti kata ibadah?”
Katakanlah: Ibadah adalah kata yang mencakup segala sesuatu yang Allah cintai dan ridhai. Dalilnya adalah firman Allah:
“Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya, dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu;” (QS Az-Zumar [39] : 7)

DIMANAKAH ALLAH…?
[13] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Dimana Allah?”
Katakanlah: Allah berada di atas langit, di atas Arsy.
Dalilnya adalah firman Allah:
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit.” (QS Al-Mulk [67] : 16)

Dan Allah berfirman:
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS Thaahaa [20] : 5)

Dan dalam sebuah hadits, Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:
“Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berkata: “Siapa yang berdoa kepada-Ku yang akan keperkenankan baginya? Siapa yang meminta kepadaku yang akan kuberikan baginya? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku yang akan Aku ampuni ?” (Shahih, Mutafaq alaih)

Kata turun disini hanya berarti datang dari atas (tempat yang lebih tinggi).
Dan Allah berfirman:
“Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.” (QS Al-An’am [6] : 3)

Berkata Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah : “Ini berarti bahwa Allah adalah satu-satunya yang mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dari apa-apa yang tersembunyi dan yang tampak.”

DEFINISI ISLAM
[14] Jika seseorang bertanya keapadamu: “Apa definisi Islam?”
Katakanlah: Artinya berserah diri kepada Allah dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya semata, tunduk kepada-Nya dalam ketaatan dan terbebas dari syirik.
Dalilnya adalah firman Allah:
“maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.” (QS Al-Hajj [22] : 34)

Dan Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Al-Imran [3] : 102)

RUKUN – RUKUN ISLAM
[15] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Ada berapa pilar (rukun) dalam Islam?”
Katakanlah: Islam memiliki lima rukun. Dalilnya adalah hadits Abdullah bin Umar _ yang meriwayatkan bahwa Nabi _ bersabda: Islam dibangun di atas lima perkara: (1) Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadai Selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadan dan menunaikan haji.” (Shahih, Mutafaq alaih).

ISLAM AGAMA YANG SEMPURNA
[16] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Apakah agama Islam telah sempurna ataukah masih butuh disempurnakan?”
Katakanlah: Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna.
Dalilnya adalah firman Allah:
“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,” (QS Al-Ma’idah [5] : 3)

INILAH AGAMA MU (AL-QURAN, AS-SUNNAH DIPAHAMI DENGAN PEMAHAMAN AS-SALAF ASH-SHALEH)
[17] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Darimana seorang Muslim mengambil agamanya?”
Katakanlah: Seorang Muslim mengambil agamanya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, menurut pemahaman para sahabat (salafus shaleh).
Dalilnya adalah firman Allah:
“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur’an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An-Kabuut [29] : 51)

Dan firman-Nya:
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Qs An-Nisa [54] : 59)

Dan Allah berfirman:
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Qs Al-Fatihah [1] : 7)

Dan Allah berfirman:
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisa [4] : 115)

Penulis : Yang Mulia, Fadhilatus Syaikh Abu Abdurrahman Yahya Ali Al-Hajuri

“Semoga Allah mengampuni beliau, keluarga beliau dan membalas beliau dengan kebaikan yang ada disisi-Nya (Surga-Nya)”

Bersambung minggu depan.

Bukit tinggi, PADANG, 10 November 2009.

Prima Saputra (Abu Abdullah Frima Ibnu Firdaus Ar-Aroni)
Semoga Allah mengampuni kami, kedua orangtua kami dan kaum mulimin seluruh nya.

Kitab ini diterjemahkan dan disebarluaskan oleh : http://raudhatulmuhibbin.blogspot.com

dari akhi Prima Saputra Abu Abdullah

Kategori:Uncategorized

Pembahasan Kitab Al Mabaadi Al-Mufidah fit-Tauhidi wal-Fiqih wal Aqidah (bag 1)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh

Materi ini diambil dari kitab “Al Mabaadi Al-Mufidah fit-Tauhidi wal-Fiqih wal Aqidah” (Basic Principle on the Subject of Tuuhid, Fiqih and Aqidah) yang ditulis oleh Al-Muhaddits Asy-Syaikh yang mulia Yahya bin Ali Al-Hajuri, salah seorang murid senior Al-Muhaddits Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah dan sekaligus pengganti Syaikh Muqbil dalam pengajaran di Institut di Damaj, Yaman.

Risalah ini dipilih karena menghadirkan prinsip-prinsip dasar Islam landasan iman dan amaliah kaum Muslimin dalam format yang mudah diikuti. Buku ini disusun poin per poin, pertanyaan dan jawaban, sehingga menjadi bahan pengenalan (terhadap agama) yang sangat bermanfaat.

Dalam mukadimahnya, penulis menyatakan bahwa dia menulis risalah ini untuk mengajarkan anak-anaknya dan juga sebagai petunjuk untuk mengajarkan remaja Muslim lainnya. Dengan maksud yang sama, risalah ini dipilih untuk diterjemahkan dengan harapan ini merupakan usaha untuk:
1) membantu Muslim yang baru belajar untuk memahami konsep dasar keyakinan Islam,
2) membantu orang tua Muslim untuk mengajarkan kepada anak-anaknya dasardasar dari agama; dan
3) sebagai bahan referensi bagi kaum Muslimin dengan pemahaman yang lebih baik dalam mengumpulkan dalil-dalil dan dasar-dasar (agama).

Semoga Allah menerima usaha yang tidak seberapa ini dan memudahkan tujuan-tujuan di atas dapat terpenuhi. Silahkan untuk menyebarkan nya. Semoga bermanfaat. Bagi penerjemah dan penulis buku ini dan bagi orang – orang yang menyebarkan risalah ringkas ini.

MUQADDIMAH

Segala puji bagi Allah dengan puji-pujian yang murni dan terbaik, saya bersaksi bahwa tidak ada yang patut disembah dengan benar kecuali Allah – Maha Esa Dia tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Amma ba’du,

Allah berfirman dalam kitab-Nya:
“Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia
berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS Al-Baqarah [2] : 133).

Dalam hadits shahih Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu meriwayatkan: “Suatu hari saya berada di belakang Nabi Shallallahu’alaihi wa Salam ketika beliau berkata kepadaku:

“Hai anak muda, aku ajarkan beberapa kepadamu: jagalah Allah niscaya engkau dapatkan Allah di depanmu, jika engkau minta mintalah kepada Allah, jika engkau minta tolong mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah jika seluruh umat sepakat untuk memberimu manfaat dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat memberimu manfaat dengan sesuatu tersebut kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu. Jika mereka sepakat untuk mudharat dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat mudharat dengan sesuatu kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu. Pena-pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering.”

Ayat dan hadits di atas dan yang serupa dengan keduanya merupakan landasan dalam pengajaran kepada anak-anak dengan kata-kata yang sangat dalam, dalam hal Ke-Esa-an Allah dan pengajaran tentang peribadatan kepada-Nya, menjaga batasan-batasan-Nya, bergantung hanya kepada-Nya, dan bahwa Dia selalu mengawasi kita, demikian juga dengan iman terhadap takdir (qadar) – baik dan buruk. Ini adalah penanaman jalan agama yang benar yang dengannya diharapkan orang yang mentaatinya akan menjadi salah satu hamba Allah yang
shalih.

Dan semua ini menyebabkan saya menulis risalah singkat dan sederhana ini untuk anak-anakku – semoga Allah mengarahkan mereka dan memberikan arahan melalui mereka – dalam dasar-dasar Tauhid, Aqidah dan Fiqih bersama dengan dalil-dalilnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Saya berharap semoga Allah memberi manfaat kepada mereka demikian juga anak-anak Muslim lainnya melalui buku ini. Wallahu muwaffiq.

Ditulis oleh: Abu Abdir-Rahman Yahya bin Ali Al-Hajuri
(Semoga Allah mengampuni nya, keluarga nya, kedua orangtua nya dan kaum Muslimin seluruh nya)

PEMBERITAHUAN :
Saya (Prima) berkata :
Saya akan membagi kitab ini didalam beberapa bagian, dan ini adalah bagian pertama. insya’Allah setiap minggu saya akan posting kitab ini. hingga selesai. adapun untuk pertanyaan yang masuk. saya mohon maaf, mungkin kami tangguhkan dahulu. supaya kita fokus kepada pembahasan kitab ini. semoga bermanfaat. dan bagus juga untuk dihafal dan diajarkan kepada adik – adik kita ataupun kepada anak – anak kita. karena kitab ini ditulis dengan bahasa yang sangat mudah dipahami. semoga bermanfaat.

PEMBAHASAN KITAB

Mengenal Prinsip-prinsip Dasar Tauhid, Fiqih, dan Aqidah

[1] Jika seseorang bertanya kepadamu: “Siapa yang menciptakanmu?”
Katakanlah: Allah menciptakan aku dan segala sesuatu.
Dalilnya adalah firman Allah:
“Allah menciptakan segala sesuatu.” {QA Az-Zumar [39] : 62)

[2] Jika seseorang bertanya kepadamu: “Siapa tuhanmu?”
Katakanlah : Allah adalah Tuhanku. Dia adalah Tuhan segala sesuatu.
Dalilnya adalah firman Allah:
“Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu.” (Al-An’am [6] : 164)

Dan Dia berfiman:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,” (QS Al-Fatihah [1] : 2)

[3] Jika seseorang bertanya kepadamu: “Mengapa Allah menciptakanmu?”
Katakanlah: Allah menciptakan kita semua untuk beribadah kepada-Nya. Dalilnya adalah firman Allah:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
menyembah-Ku.” (QS Adz-Dzariyat [51] : 56)

[4] Jika seseorang bertanya kepadamu: “Apakah agamamu?”
Katakanlah: Agamaku adalah agama Islam.
Dalilnya adalah afirman Allah:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS Al-Imran [3] : 19)

Dan Allah berfirman:
“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar.” (QS At-Taubah [9] : 33)

Dan Allah berfirman:
“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Al-Imran [3] : 85) [ 1]
____________________
1. Islam adalah jalan yang lurus (shirat). Dalilnya adalah hadits An-Nuwas bin Sam’an Radhiyallahu’anhu yang meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “…Dan jalan itu adalah Islam” [HR Ahmad (4/182) dan ini adalah hadits shahih]. Maka barangsiapa yang teguh di atasnya akan teguh –insya Allah- di atas shirat yang akan dibentangkan diatas neraka.

Dalilnya adalah firman Allah: “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orangorang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryan [19] : 71-72).

Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “…lalu dikirimlah amanat dan rahim supaya keduanya berdiri di sebelah kanan dan kiri jembatan (shirat). Yang pertama diantara kamu akan lewat seperti kilat, kemudian seperti angin, kemudian seperti burung. Dan kecepatan seseorang (diatas jembatan) sesuai dengan amalnya masing-masing…(Dan orang-orang akan terus melintas) sampai amal tak sanggup lagi menolongnya…Di sis-sisi jembatan terdapat pengait yang siap menyambar siapapun yang diperintahkan untuk disambar. Oleh karena itu akan ada yang babak belur meskipun selamat dan ada pula yang terjungkal ke dalam neraka.” (HR Muslim)

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu’anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Shirat akan dibentangkan( pada hari kiamat) dan diletakkan di atas neraka.” Kami berkata: “Ya Rasululllah apakah shirat itu?” Beliau Shallallahu’alaihi wa Sallam menjawab: “Ia adalah permukaan yang licin yang memiliki kait dan duri… Ada orang yang selamat, ada yang selamat dengan babak belur dan ada yang terjungkal ke dalam api neraka jahannam.”

[5] Jika seseorang bertanya kepadamu; “Siapakah Nabimu?”
Katakanlah: “Nabiku dan Nabi umat ini adalah Muhammad Rasulullah.
Dalilnya adalah firman Allah:
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS Al-Ahzab [33] : 40)

Bersambung minggu depan.

Bukit tinggi, PADANG, 10 November 2009.

Prima Saputra (Abu Abdullah Frima Ibnu Firdaus Ar-Aroni)
Semoga Allah mengampuni kami, kedua orangtua kami dan kaum mulimin seluruh nya.

Kitab ini diterjemahkan dan disebarluaskan oleh : http://raudhatulmuhibbin.blogspot.com

dari akhi Prima Saputra abu Abdullah

Kategori:Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori:Uncategorized